Semeru-Mahameru

Pagi yang dingin, menggelitik kulit. Nafas tersengal menyeruak, capai badan terganti dengan pemandangan matahari terbit di ufuk timur di puncak mahameru.
Perjuangan singkat selama tiga hari di semeru berbuah manis. Dimulai dari jalan panjang berbatu dan kabut debu. Hutan yang rindang menjadi lorong perjalanan. Kabut tipis menutupi jurang jurang. Senyuman terungkap di tiap bibir, senang melihatnya.

Langkah langkah ini, tidak sendiri. Teman seperjalanan memberikan rasa nyaman. Lembah hijau, dipenuhi rumput dan pohon menjulang. Ranu kumbolo dengan air bening menyejukan. Tenda tenda didirikan. Kepulan asap dari panci panci dimulai. Hawa dingin mulai menyusup, tanda mulai malam. Tak ada perapian, namun kehangatan tercipta di setiap tawa.

Hari pagi danau berkabut layaknya panggung yang bertabur asap dari es kering, namun ini lebih indah. Semua orang keluar dari kepompong hangatnya. Menyatu dengan alam, menghirup udara dan berpose ria.

image

Lanjut perjalanan, melewati lembah cinta. Banyak mitos, yang paling terkenal siapa yang menyimpan pikiran tentang seseorang di depannya, namun orang tersebut tak menengok sampai di atas. Maka mereka menjadi sepasang kekasih. Entahlah, antara percaya tidak percaya.

Di bawah bukit ada padang luas berwarna ungu. Padang lavender. Bunga bermekaran semerbak memenuhi udara, cantik sekali. setiap jalan dapat kusentuh tiap bunga yang mekar. Tingginya hampir sama dengan tubuh ini.

Daun daun ajaib dengan warna cantik. Bunga bunga yang indah kelopaknya. Pohon pohon tua yang kokoh. Ranting ranting kering bertabur di setapak jalan.Matahari menyentuh kulit dengan hangat. Angin semilir sejuk.

Maka sampailah kita di kalimati, tempat dimana sumber air dicapai dengan melewati sungai kering. Sumber air tak pernah mati, airnya segar. Orang bilang, minum dari air dahaga terlepas sampai lama. Airnya dingin, sesejuk air kulkas. Untuk memulai ke puncak ada dua tempat basecamp. Kalimati atau Arcopodo. Arcopodo tempat camp paling dekat dengan puncak, jauh dari sumber air. Mulailah kita mempersiapkan bekal dan tenaga untuk nanti malam. Malam dingin yang seharusnya terbalut hangat diam di tenda. Malam indah bertabur bintang yang seharusnya berteman bunga tidur. Kita bangun dan bersiap menggapai mimpi yang jadi nyata. Mendaki puncak semeru. Di batas vegetasi dimulai rintangan, lalu melewati langkah dua turun satu, merangkak. Motivasi menjadi penyemangat. Bersyukur menjadi bagian dari tim yang saling menyemangati. Di ujung lautan negeri di atas awan aku menelaah sinar yang muncul perlahan. Salam Mahameru 3686 mdpl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s