Who is my destiny?

Apa yang terjadi jika kamu bertemu, merasakan apa yang selama ini aku pertanyakan berulang kali pada diri sendiri. Hanya dalam hati ini.

Pernah aku merasakan kecanggungan dengan kamu. Saat tiba- tiba kamu berkata pujian. Seperti gula bagi semut, semakin lama semakin merenggut gula, gula tetap gula manis. Amara meregutĀ  pikiran. Awal hanya masuk kanan keluar kiri. Namun, sepertinya mantra dari pikir turun ke hati, memberikan hipnotisnya.

Rasanya cukup sudah saja aku bisa melihat dari dalam hati ini. Setiap jiwaku meletup letup jika bertemu dengan kamu.

Aku tak berarti apa yang aku inginkan. Kamu bukan berarti tak memiliki apa keinginanku. Kamu bukan hanya satu, tapi kamu ada banyak. Hati ini ingin aku titipkan bagi kamu yang aku harapkan. Selama ini hanya harapan saja, karena hati sudah biasa menjadi penanti kebahagian jiwa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s