Menoreh sakit

Mata mata itu tertekuk
Terlipat rapi tertutup
Tak bisa ku melihat
Tangan tangan itu terkepal
Tertutup rapi terlipat
Tak bisa ku meraba
Hati hati itu buta
Tak sadar juga
Tak bisa ku percaya
Siapa Dia
Siapa Aku
Mata Tangan Hati
Tangan Tangan
Mata Mata
Hati Hati
Tangan Maha Hati tolong mataku

Menoreh sakit

Mata mata itu tertekuk
Terlipat rapi tertutup
Tak bisa ku melihat
Tangan tangan itu terkepal
Tertutup rapi terlipat
Tak bisa ku meraba
Hati hati itu buta
Tak sadar juga
Tak bisa ku percaya
Siapa Dia
Siapa Aku
Mata Tangan Hati
Tangan Tangan
Mata Mata
Hati Hati
Tangan Maha Hati tolong mataku

Semeru-Mahameru

Pagi yang dingin, menggelitik kulit. Nafas tersengal menyeruak, capai badan terganti dengan pemandangan matahari terbit di ufuk timur di puncak mahameru.
Perjuangan singkat selama tiga hari di semeru berbuah manis. Dimulai dari jalan panjang berbatu dan kabut debu. Hutan yang rindang menjadi lorong perjalanan. Kabut tipis menutupi jurang jurang. Senyuman terungkap di tiap bibir, senang melihatnya.

Baca lebih lanjut

Perhentian di Tengah Malam

Saya sudah biasa merasakan di rumah makan yang biasanya menjadi tempat perhentian mobil di tengah malam. Biasanya memakai tiket makan. Tapi ini kok nggak kasih ya ?!. Menurut saya, ini dapat menimbulkan masalah baru bagi sistem manajemen, ketidakpercayaan pelayan terhadap konsumen. Rumah makan yang sudah berdiri lama, seharusnya mengalami kemajuan dan melakukan perubahan. Tapi di tempat ini, nasi yang saya makan berasa seret, sop sapi tidak menarik, dan banyak zat tambahan makanan yang terlalu banyak. Mungkin masih banyak masalah : ruang khusus perokok,